Perayaan Ulang Tahun yang Harusnya Ceria Berujung Kematian karena "Tradisi" Anak Muda Indonesia

0

Perayaan ulang tahun yang wajar adalah penuh rasa syukur karena masih diberikan umur, momen penuh introspeksi dan berdoa bersama untuk kebaikan orang yang memasuki usia barunya. Tapi kenyataannya tradisi yang membudaya adalah menyiksa dan mengotori pihak yang berulangtahun. Entah siapa, dari mana dan dari kapan tradisi perayaan ulang tahun yang "bodoh" serta kampungan yang telah membudaya ini dimulai.

Tradisi kampungan itu dilakukan terus menerus dari tahun ke tahun. Mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa muda. Seorang pemuda asal Tangerang harus tewas karena tradisi ini. Bagaimana kira-kira perasaan keluarganya ya? Bersedia kah teman-temannya bertanggung jawab?

Sandy atau biasa dipanggil Gepeng (21) merupakan korban dari perilaku jahil teman-temannya untuk merayakan ulang tahunnya.

Sandy merupakan seorang karyawan di sebuah tempat futsal bernama MS Footsal. Ia adalah seorang warga Lengkong Wetan Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Sandy berulang tahun pada tanggal 26 September lalu dan rencana akan dirayakan oleh teman-temannya pada tengah malam di hari tersebut.

Baca Juga: Coba Tebak Penyebab Viralnya Video Pemuda yang Selfie Dengan Phyton Ini

Teman-teman Sandy "menyiksa" Sandy pada pukul 00:04 WIB untuk memberikan kejutan dan di situlah tragedi bermula.

Sandy terkejut ketika teman-temannya mendatanginya tengah malam di tempat kerjanya. Tercatat pada pada hari Senin, 26 September 2016 pukul 00:04 WIB Sandy telah diikat oleh teman-temannya di sebuah tiang lampu penerangan lapangan basket. Pada pukul 00:05 WIB teman-temannya menyiram Sandy dengan air beberapa ember dan Sandy kejang-kejang seketika. Pak Muradi (30) yang merupakan security di MS Footsal, langsung menurunkan panel listrik lapangan dan melepaskan ikatan Sandy. Sandy dilarikan ke UGD Rumah Sakit Eka Bumi Serpong Damai (BSD).

Sandy menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit dan hasil pemeriksaan diketahui bahwa ia tewas akibat tersengat listrik bertegangan tinggi.

Ketika di tengah pemeriksaan di dalam UGD, Sandy gak bernyawa lagi. Menurut AKP Mansuri, Kepala Bagian Humas Polres Tangerang Selatan, Sandy sempat menjalani beberapa perawatan di UGD namun tetap gak tertolong.

Setelah diselidiki, tiang lampu lapangan basket tempat Sandy diikat ternyata terdapat kabel listrik yang terkelupas akibat terkena pemotong rumput. Itulah yang menyebabkan Sandy tersetrum seketika saat ia diguyur air oleh teman-temannya.

Sandy gak seketika meninggal di tempat karena tegangan listrik yang menyetrumnya gak terlalu tinggi, tapi tubuh Sandy dinilai telah mencapai batas sengatan listrik yang mampu di terimanya. Menurut Mansuri, saat ini pihak kepolisian masih dalam pihak penyelidikan dan masih memeriksa para saksi. Kalau kamu sendiri bagaimana? Yakin masih mau melanjutkan tradisi gak berpendidikan macam ini? Atau masa sih harus nunggu kamu dan orang-orang terdekatmu yang jadi korban?

Baca Juga: Pria Asal Malang Ini Bersembunyi Di Bawah Rel Saat Kereta Lewat dan Selamat!

Source & Copyright: IDNTimes
Visit for more stories


No comments