Polda Metro Tegaskan Tetap Selidiki Kasus Anies-Sandi

0

TRIBUN-MEDAN.COM – Kabid Humas Polda Metro Jaya KombesArgo Yuwono mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan terhadap pasangan pemenang Pilkada DKI berdasarkan hasil quick count, yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

“Kami kan sudah lihat versi quick count nomor tiga lebih unggul di situ, selanjutnya nanti kami akan melihat, kami akan memberi kesempatan kepada penyidik, karena semua laporan yang ada masih dalam penyelidikan,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/4/2017).

Argo mengatakan saat ini penyidik masih belum memutuskan apakah ada tindak pidana atau tidak dalam pelaporan itu. Jika ditemukan adanya tindak pidana, laporan ini akan naik ke tahap penyidikan dan Anies maupun Sandiaga berpotensi menjadi tersangka.

“Kami kan masih mencari informasi maupun klarifikasi, dan tahap selanjutnya penyidik yang akan menggelarkan (perkara) apakah ini tindak pidana atau bukan,” kata Argo.

Anies dilaporkan oleh Tim Ahok- Djarot pada 6 April 2017 atas dugaan fitnah terkait ucapannya soal Pemprov DKI akan menggusur 325 titik di Jakarta.

Sementara Sandiaga dilaporkan oleh Fransisca Kumalawati Susilo atas dugaan penggelapan penjualan tanah, dan pemalsuan kuitansi penjualan tersebut.

Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward S Soeryadjaya, melaporkan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno ke polisi terkait tuduhan tindak pidana penggelapan. Sandiaga dilaporkan bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi.

Kuasa hukum Edward Soeryadjaya, Fransiska Kumalawati Susilo, mengatakan bahwa Andreas dan Sandiaga diduga melakukan penggelapan dalam penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug,Tangerang Selatan, Banten, pada 2012.

“Penggelapan tanah kurang lebih satu hektar di Jalan Raya Curug,” kata Fransiska saat dikonfirmasi, Senin (13/3/2017).

Fransiska mengatakan, pihaknya berupaya menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan bersama Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Unosejak Januari 2016. Namun, Andreas dan Sandiaga tak menanggapi baik upaya penyelesaian itu.

“Terakhir saya coba hubungi Sandiaga lewat WhatsApp tapi tidak dibalas. Kalau Andreas saya sudah lama tidak komunikasi,” kata Fransiska.

Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (8/3/2017). Laporan tersebut diterima dengan nomor 1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum. Mereka dilaporkan melanggar Pasal 372 KUHP.

Link Sumber


Baca Ini Juga

Tanggapi Aksi Pembersihan Anies-Sandi setelah Menjabat, Ahok: Jabatan ... TRIBUN-MEDAN.COM - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyinggung rencana pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakar...
Seles Tilap Uang Toko Rp 700 Juta demi Foya-foya di Diskotek, begini M... | SURABAYA - Wahyunus (28), warga Jl Simo Sidomulyo X Surabaya dijebloskan ke sel tahanan Pabean Cantikan Surabaya. Ia ditangkap lantaran mel...
Kapolda Metro Jaya Kantongi Bukti Dugaan Percakapan Habib Rizieq dan F... JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan memastikan adanya percakapan antara pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab ...
Pengacara: Rizieq Akan Klarifikasi Fitnah Percakapan p*ornografi denga... JAKARTA - Pada awal Mei 2017, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan memanggil kembali pimpinan Front Pembela Isla...

No comments